Petani dan Pedagang di Pelalawan Keluhkan Lonjakan Harga Pupuk

oleh -43 Dilihat
oleh

PELALAWAN – Kenaikan harga pupuk di sejumlah wilayah Kabupaten Pelalawan mulai menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut dikeluhkan para petani maupun pemilik toko pertanian karena dinilai berdampak langsung terhadap biaya produksi dan aktivitas usaha di lapangan.

Berdasarkan pantauan di beberapa kios pertanian di Pelalawan, harga pupuk non-subsidi mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga membuat sebagian petani harus menyesuaikan pembelian pupuk untuk kebutuhan kebun dan lahan pertanian mereka.

Salah seorang petani di wilayah Pelalawan mengatakan harga pupuk yang terus meningkat cukup memberatkan masyarakat, terutama bagi petani kecil yang menggantungkan penghasilan dari hasil panen.

“Kalau harga pupuk naik terus, biaya perawatan kebun ikut tinggi. Kami berharap ada perhatian supaya petani tidak terlalu terbebani,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan salah seorang pemilik toko pupuk di Pelalawan. Ia menjelaskan kenaikan harga terjadi sejak dari distributor sehingga berdampak pada harga jual di tingkat toko.

“Kami menjual mengikuti harga dari pemasok. Saat barang masuk sudah naik, otomatis harga ke masyarakat ikut menyesuaikan,” katanya saat diwawancarai.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat mulai menurun. Sejumlah pelanggan disebut kini membeli pupuk dalam jumlah lebih sedikit dibanding biasanya.

“Biasanya petani langsung membeli untuk kebutuhan satu kebun penuh, sekarang banyak yang membeli bertahap karena menyesuaikan kondisi ekonomi,” tambahnya.

Selain dipengaruhi tingginya permintaan, kenaikan harga pupuk diduga berkaitan dengan distribusi dan biaya transportasi barang. Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga pupuk agar tetap stabil dan mudah dijangkau petani.

Warga juga berharap penyaluran pupuk subsidi dapat berjalan tepat sasaran sehingga kebutuhan petani kecil tetap terpenuhi, khususnya menjelang musim tanam dan masa perawatan kebun.

Kenaikan harga pupuk saat ini dinilai berpotensi mempengaruhi produktivitas pertanian masyarakat apabila berlangsung dalam jangka panjang. Sektor pertanian dan perkebunan sendiri masih menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kabupaten Pelalawan.
Haris Pranatha, C. PFW., C. MDF., C. JKJ

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Berita dari pelosok negeri hingga ke nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.