SUMATERA BARAT | pelosok.my.id — Seorang aktivis muda menyampaikan pandangannya terkait pengalaman mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, dalam berbagai aktivitas pemerintahan dan sosial kemasyarakatan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan panjang di media sosial yang kemudian menjadi perhatian publik (Selasa, 19/5/26).
Dalam keterangannya, aktivis tersebut mengaku memahami bahwa keputusannya untuk ikut membantu dan mendampingi Vasko Ruseimy memunculkan beragam respons, termasuk kritik dari sebagian pihak. Namun, ia menegaskan pilihannya tersebut bukan berarti meninggalkan idealisme sebagai seorang aktivis.
“Bagi saya, membantu bukan berarti kehilangan idealisme. Saya hanya memilih melihat langsung sebelum menilai terlalu jauh,” tulisnya.
Ia mengungkapkan, selama mendampingi Vasko Ruseimy, dirinya melihat secara langsung pola kerja dan perhatian Wakil Gubernur terhadap kondisi masyarakat di Sumatera Barat. Menurutnya, sebagian besar waktu Vasko Ruseimy dihabiskan untuk menjalankan agenda pemerintahan dan memikirkan kebutuhan daerah.
Aktivis itu juga menceritakan pengalamannya saat berada di lokasi kecelakaan yang sempat dialami Vasko Ruseimy beberapa waktu lalu. Ia mengaku menjadi salah satu orang yang membantu mengevakuasi Vasko dari kendaraan usai insiden tersebut terjadi.
“Saya ikut berlari membuka pintu mobil dan menggotong beliau keluar. Saat itu saya benar-benar takut kalau malam itu kami kehilangan beliau,” ungkapnya.
Ia menggambarkan suasana malam kejadian berlangsung mencekam, dengan kepulan asap tebal dan kepanikan di lokasi. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengalaman yang membekas dan membuat dirinya menyadari betapa rapuhnya kondisi manusia dalam situasi darurat.
Meski demikian, ia mengaku kagum karena setelah insiden tersebut, Vasko Ruseimy disebut tetap menjalankan aktivitas pemerintahan dan menghadiri berbagai agenda daerah.
“Dalam kondisi yang tentu belum sepenuhnya pulih, beliau tetap memikirkan agenda Sumatera Barat dan tetap bergerak memperjuangkan kebutuhan daerah,” katanya.
Lebih lanjut, aktivis tersebut menilai pengabdian seorang pemimpin tidak hanya dapat dilihat dari jabatan atau pencitraan semata, melainkan dari konsistensi menjalankan tanggung jawab di tengah tekanan dan berbagai tantangan.
Ia juga menegaskan tidak bermaksud menggambarkan sosok Vasko Ruseimy sebagai figur yang sempurna. Namun, ia mengaku melihat langsung kesungguhan dan beban kerja yang dijalani dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Pernyataan tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat di media sosial. Sebagian memberikan dukungan dan apresiasi terhadap dedikasi yang disampaikan, sementara sebagian lainnya tetap menilai bahwa kritik dan pengawasan publik terhadap pejabat daerah harus terus dilakukan secara objektif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait unggahan tersebut. Namun, narasi itu telah ramai diperbincangkan dan menjadi sorotan di sejumlah platform media sosial.







